Atsiri

Bahan Campuran Minyak Atsiri

Pada usaha minyak atsiri ini, jika anda berniat juga sebagai pengumpul minyak atsiri maka anda membutuhkan suatu pengetahuan untuk mendeteksi keaslian dari minyak atsiri yang akan anda kumpulkan. Pengetahuan ini sangat berguna untuk menghindari kerugian besar dan bahaya black list yang akan diberikan oleh eksporter terhadap anda. Banyak sekali pengusaha yang gulung tikar karena tidak mengetahui tentang kualitas dan keaslian minyak. Kurang baiknya moral oknum penyuling akan berdampak buruk bagi penyuling lain di wilayahnya. Karena bila salah satu penyulingan menambahkan aditif selain minyak atsiri maka daerah penyulingan tersebut akan dicap semuanya menggunakan pemalsu. Dan hal tersebut akan sangat merugikan bagi penyuling – penyuling yang jujur.

GCMS ~ gas chromatographi spectra mass
GCMS ~ gas chromatographi spectra mass,  pict source : www.imgarcade.com

Pada tingkatan eksporter, untuk mengetahui komponen dalam minyak atsiri adalah menggunakan suatu instrument Kromatografi gas – spectra massa. Dimana bila sampel minyak dimasukkan dalam alat ini maka dapat terlihat komponen – komponen yang terkandung. Namun alat ini tergolong mahal untuk para petani dan penyuling. Harganya sekitar 700juta hingga satu setengah miliar rupiah tergantung dari merk dan spesifikasi alat. Penggunaan kromatografi gas dapat dipadukan dengan spektroskopi massa. Paduan keduanya dapat menghasilkan data yang lebih akurat dalam pengidentifikasian senyawa yang dilengakapi dengan struktur molekulnya. Kromatografi gas ini juga mirip dengan distilasi fraksional, karena kedua proses memisahkan komponen dari campuran terutama berdasarkan pada perbedaan itik didih (atau tekanan uap). Namun, distilasi fraksional biasanya digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dari campuran pada skala besar, sedangkan GC dapat digunakan padaskala yang lebih kecil (mikro).

Campuran Methyl stearate

Hasil GCMS nilam tercemar
Hasil GCMS nilam tercemar

Pada contoh kromatogram minyak nilam diatas kita dapat melihat senyawa – senyawa yang terkandung dalam minyak nilam melalui puncak – puncak kromatogram. Selain itu kita juga dapat menentukan berapa persen kandungan tersebut dalam minyak nilam. Pada contoh kromatogram minyak nilam diatas, terdapat sedikit kandungan cemaran dari Methyl stearate pada puncak no 17 dengan kandungan sebesar 0.44%,. Jadi minyak nilam tersebut tercemar oleh plasticizer yang larut dalam minyak nilam, dalam hal ini methyl stearate. Dengan menggunakan instrument GC-MS ini kita dapat mengetahui secara pasti bahwa minyak atsirinya asli tanpa campuran atau mengandung campuran. Namun kendala mahalnya harga bukan menjadi penghalang untuk kita mendeteksi minyak yang mengandung pemalsu secara sederhana. Pada tulisan ini saya akan memaparkan beberapa cara untuk mendeteksi minyak bila terdapat suatu campuran.

Campuran Bis(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP/DOP)

Senyawa ini merupakan salah satu senyawa organik yang digunakan luas sebagai plasticizer, terutama untuk jerry can keras. biasanya yang paling banyak tercemar oleh senyawa jenis ini adalah minyak daun cengkeh yang tingkat korosifitasnya tinggi. note: biasanya hanya bisa dideteksi oleh GCMS

Campuran Air

Pada dasarnya yang paling banyak menjadi campuran adalah air, hal ini dikarenakan pemisahan yang kurang sempurna yang dilakukan oleh penyuling.  Pada tahap ini masih dapat dikatakan wajar. Efek negatif tercemarnya minyak atsiri dengan air terlalu lama dapat meningkatkan bilangan asam, sehingga kualitas akan menurun. Untuk memisahkan antara air dan minyak cukup mudah.

Anda dapat menggunakan corong pisah ataupun kain monel minyak(untuk sablon). Untuk corong pisah agak sedikit lebih rumit dalam pengerjaan, karena biasanya kapasitas corong pisah kisaran 2 Liter saja. Jadi jika minyak dalam jumlah banyak, kita harus sabar dan teliti dalam memisahkan antara minyak dan air. Namun untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan secara perlahan – lahan selama proses penyulingan.

corong pisah sumber gambar : id.wikipedia.org
corong pisah sumber gambar : id.wikipedia.org

Cara yang kedua menggunakan kain monel. Masing – masing penyuling atau pengepul memiliki kegemaran pada ukuran yang digunakan. Kain monel yang umum digunakan adalah ukuran T 160, T 180 dan T200. Semakin tinggi bilangan maka semakin rapat dan semakin sedikit kemungkinan air kembali masuk.

Proses penyaringan minyak, Keerom Papua
Proses penyaringan minyak, Keerom Papua

Campuran Minyak Sawit

Salah satu pencampur yang banyak digunakan oleh penyuling – penyuling adalah minyak sawit. Disamping karena harganya murah, secara fisik antara minyak sawit dengan minyak atsiri memiliki kemiripan. Biasanya minyak atsiri yang mengandung minyak sawit akan terdapat kenampakan seperti sebuah cairan melayang didalam sebuah cairan. Hal ini dikarenakan viskositas minyak sawit lebih tinggi disbanding minyak atsiri. JIka anda melihat hal tersebut maka lebih baik minyak tersebut jangan di gabung/dibeli karena kemungkinan mengandung minyak sawit.

minyak sawit
minyak sawit

Untuk lebih memastikan apakah ada campuran minyak sawit yang terdapat dalam minyak atsiri lakukan langkah berikut.

  1. Ambil 5 mL minyak dari tengah jerry can
  2. setelah itu masukkan dalam freezer, jika tidak ada freezer anda dapat menggunakan es batu atau air dingin dengan suhu dibawah 16 derajat Celcius.
  3. Jika terdapat campuran minyak sawit maka minyak sawit akan membeku dan terlihat jelas gumpalan putih didalam minyak atsiri.

Campuran Pelumas

Deteksi selanjutnya adalah deteksi Oli (pelumas minyak bumi). Bila kita tidak awas maka mungkin kita akan terjebak pada pencampur ini. Untuk mendeteksi campuran ini kita dapat menggunakan metode uji bakar pada sampel minyak yang akan anda beli. Alat yang dibutuhkan hanya cawan vetri dan korek. Bila terdapat campuran oli/pelumas maka akan tercipta kembang api yang melejit dari sampel minyak. Jika dirasa masih kurang cukup maka anda dapat menggunakan metode serapan kertas. Teteskan lah minyak pada kertas, jika serapan terus menyebar maka dalam minyak terdapat campuran lain.

Selain campuran diatas, ada juga penyuling yang mencampur minyak atsiri yang lebih murah namun memiliki dasar aroma yang mirip sebagai pengisinya. Beberapa contoh yang banyak dilakukan untuk mencampur minyak antara lain :

  1. Minyak Nilam di campur dengan minyak meranti/gurjun
  2. MInyak sereh wangi dicampur dengan minyak pinus
  3. Minyak kayu putih dicampur dengan eukaliptus atau pinus
  4. Dll

Kasus yang terbesar terjadi ketika tahun 1970, kala itu ada eksportir yang mengirimkan minyak sereh wangi yang dicampur dengan minyak pinus. Dengan harapan untung besar, namun ternyata malang nasib sang eksportir. Karena sang pembeli memeriksanya dengan instrument GC dan mendapati kandungan alpha pinena yang menjadi komponen utama minyak pinus terdapat dalam minyak sereh wangi terlalu mencolok atau diluar jumlah prosentase kelayakannya. Akhirnya sang eksportir mendapatkan Penalti dari sang buyer. Dan buyer pun mendapatkan 3 keuntungan, pertama hasil dari kesepakatan penalty, minyak sereh wangi dan mendapatkan pula senyawa alpha pinena yang mana hanya dengan menggunakan teknik sederhana maka alpha pinena dapat dipisahkan dan dimanfaatkan sebagai precursor berbagai macam produk turunan (Disarikan dari cerita Prof.Dr. Hardjono Sastrohamidjojo)

Pada kenyataannya masih banyak bahan pemalsu atau pencampur yang digunakan dengan licik untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Untuk itu diperlukan upaya untuk terus menyelidiki adanya kemungkinan bahan campuran lainnya. Instrumen GCMS merupakan salah satu alat pamungkas yang dapat diandalkan secara presisi tentang kualitas suatu produk, meskipun mahal namun memiliki keakuratan yang lebih ketimbang skala pendekatan lapangan yang ada.

Saran : Jangan sekali-kali mencampurkan minyak atsiri dengan bahan tambahan lainnya, selain merusak anda akan merusak pula lingkungan penyuling yang satu daerah dengan anda.

5 Comments

  1. Bagus banget info nya,apa ada tes manual utk mendeteksi campuran dlm minyak nilam? Mengingat mahalnya gcms,mohon diinfokan.Trimakasih

    1. ada beberapa cara biasanya melarutkan minyak nilam dalam air panas
      1. masukan 50 mL minyaknilam dalam gelas ukur
      2. tambahkan air panas 50 mL
      3. kocok hingga terdispersi, kemudian diamkan
      4. bila minyak nilam brekurang maka ada kemungkinan tercampur minyak atau lemak lain.

      uji bakar menggunakan kertas rokok, teteskan sedikit minyak nilam kemudian dipanasi dari bawah, bila terlihat nyala merah kemungkinan ada beberapa campuran seperti DOP DEP

  2. Dear bpk Martsiano,

    Saya adalah pemain pemula untuk minyak nilam.

    kira-kira alat apa sajakah yang diperlukan untuk pengetesan kadar dan lain-lain sebelum kita menampung minyak nilam dari penyuling?
    apabila bpk bisa mensupply ke saya, mohon dikirim kan juga rincian biayanya.

    Terima kasih

    regards,
    febrin
    Mobile : +62 812-205-111-00​

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *