Welcome No.6

Setelah beberapa waktu mencari referensi melahirkan dengan metode normal setelah melahirkan caesar sebelumnya, saya dan istri diberi tahu jika ada satu metode VBAC dengan pendampingan gerakan Maryam yang terinspirasi dari Kisah Maryam, ketika akan melahirakan Isa Alaihissalam.

Metode persalinan berdasarkan Al-Qur’an surat maryam ayat 22 hingga 26 ini, pertama kali diperkenalkan oleh ustad Haris. Berdasarkan firman Allah SWT disebutkan Maryam yang hamil tanpa suami berada dalam kondisi sendiri dan dikucilkan. Namun atas bimbingan Malaikat Jibril yang mendapat perintah Allah SWT. Maryam dapat melahirkan Isa As dengan selamat. 

Kami kontrol kehamilan di Rumah Sehat Alisha di Bantul, kurang lebih 30 menit perjalanan dari Rumah sejak Bulan pertama terdeteksi hamil lagi. Selain kontrol dan konsultasi, di Klinik ini kami di bimbing beberapa gerakan senam menggoyang pangkal kurma dan diberi tindakan induksi alami seperti bekam, akupuntur dan mokhsa.

Metode PAZ Maryam sudah banyak dikembangkan, salah satunya di Klinik Pratama Rumah Sehat Alisha. Disini metode persalinan dengan menggoyang pohon kurma. Diaplikasikan dengan memasang pipa besi secara hirisontal di tembok sebagai pengganti pohon kurma. Sedangkan air dibawah pohon kurma diganti dengan kolam yang merendam sebatas pergelangan kaki.

Pada setiap kedatangan USG selalu saja hasilnya adalah anak ke 6 kami ini adalah Putri (didiagnosis umur kehamilan 5 Bulan), terus sampai akhir masa kehamilan masih saja putri. Pada pemeriksaan perkiraan HPL nya adalah tanggal 5 Agustus 2021, namun pada kenyataannya mundur hingga 11 Hari. Dari sini kami belajar memahamibahwa HPL adalah hari perkiraan bukan hari penentuan, Apa yang ada di Rahim hanya Alloh yang tahu.

Karena keterlambatan HPL inilah istri merasa stress. namun beruntung Ibu Bidan selalu menenangkan dan memberikan support kepada Istri.

Tepat tanggal 16 Agustus 2021, Pukul 03.30, Istri pecah ketuban. Langsung saja saya bersama istri menuju Klinik. sampai di Klinik Pukul 04.00, setelah melakukan cek ternyata masih Bukaan 4. Setelah sholat subuh istri melakukan gerakan – gerakan yang diajarkan dan berjalan a la PAZ.

Pukul 08.00 Pagi, Bidan utama datang dan memeriksa kembali sudah berapa bukaanya. Terkejutnya istri diberitahu kalau bukaan masih bukaan 4. makin stres Istri. Selanjutnya IStri saya mengulang gerakan PAZ Maryam, sambil mengafirmasi kepada jabang bayi dan Alloh semoga dimudahkan.

Karena, jika Pukul 10.00 Belum juga lahir, maka persalinan akan dirujuk ke RS. Terus berusaha, hingga akhirnya pada pukul 09.45 Bukaan Full dan siap lahir. Setelah beberapa menit Kepala Sang Jabang Bayi Keluar. Sambil memegang tangan dan kepala istri saya lihat Sang Jabang Bayi terlilit oleh tali pusar.

Warnanya membiru, mungkin kurang Oksigen. “Bahaya” pikir saya. Sambil membisikan ke telinga istri, Dorong lebih kencang. Pada saat genting tersebut, istri pun sudah kelelahan dan kesakitan. Mendorong seadanya dan sekuatnya hingga dua dorongan terakhir Sang Jabang Bayi akhirnya keluar ke Dunia Pukul 09.52. Tepat 8 Menit sebelum jam 10. Sang Jabang Bayi Menolak di bawa Ke Rumah Sakit (mungkin hasil nego antara Istri dengan Alloh dan jabang Bayi :D).

Hadiah Kejutan Selanjutnya adalah, Sang Jabang bayi ternyata LAKI LAKI. Berat badan 3750 gram dan Tinggi Badan 51 cm. Paling besar di banding kakak kakanya.

Dan telah Kami jadikan di Bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya Bumi itu (tidak) guncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di Bumi itu jalan-jalan yang luas agrar mereka mendapat petunjuk,” (Al Anbiya :31)

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi.” (Shaad :18)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari ‘Amru mantan budak Al Mutthalib, dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ menengok kearah bukit Uhud, lalu beliau bersabda:

“Ini adalah gunung yang mencintai kami, dan kami pun mencintainya, ya Allah sesungguhnya Ibrahim telah mensucikan kota Makkah, dan akupun mensucikan kota yang berada diantara dua batu hitam (yaitu Madinah).”

Ya Alloh, jadikanlah anak kami nanti seperti Gunung, selalu Bertasbih diwaktu pagi dan petang, selalu mensucikan namaMu, Jadikanlah dia Kokoh dalam AgamaMu.

Jadikanlah Imannya menghujam kedalam Sanubari, seperti akar Gunung yang menjadi Pasak bagi Bumi, agar tidak berguncang.

Jadikanlah ia seperti Gunung yang dapat memberikan manfaat bagi ummat manusia.

Jadikanlah Dia seperti Gunung yang selalu Indah di pandang mata

Jadikanlah dia seperti Uhud yang mencintai RasulMu dan Orang orang Shalih

Bismillah telah lahir Putra ke 6 Kami, Senin 16 Agustus 2021, Pukul 09.52 di Bantul. 3750 Gram, 51 Cm

InsyaaAlloh kami beri nama anak kami :

“WUKIR RAKSA BENTALA”

Gunung yang menjaga Bumi (Al Anbiya :31)

Kami yang berbahagia:
Ano-Erni-Tjetta-Sotja-Tatar-Pwa-Lima-Nin-Uti-Mbah Kung dan Keluarga Besar

One Reply to “Welcome No.6”

Leave a Reply

Your email address will not be published.