Atsiri

Minyak Atsiri Cengkeh

Indonesia merupakan salah satu penghasil minyak cengkeh terbesar di dunia, bahkan juga penghasil produk turunan minyak cengkeh seperti eugenol, methyleugenol, vanilin dan turunan lainnya. Sentra utamanya ada di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Minyak cengkeh dapat diambil dari bagian – bagian cengkeh seperti :

  • Daun (Clove leaf Oil (CLO))
  • Gagang (Clove Stalks Oil (CSO))
  • Bunga  (Clove Bud Oil (CBO))
Daun Cengkeh yang siap di Porses di Penyulingan Sumber gambar : dok pribadi
Daun Cengkeh yang siap di Porses di Penyulingan Sumber gambar : dok pribadi

Minyak Daun Cengkeh (CLO/MDC)

CLO paling banyak diolah di Indonesia, memiliki rendemen sekitar 1.5- 3% tergantung musim. Apabila musim hujan, rendemen yang dihasilkan cendrung lebih rendah dibandingkan dengan rendemen yang dihasilkan pada saat musim kering. Harga bahan baku daun cengkeh ini bervariasi mulai dari IDR 500 – 2500 tergantung wilayah sentra cengkeh. CLO ini merupakan minyak cengkeh yang paling rendah kualitasnya dibanding 2 jenis minyak cengkeh lainnya CSO dan CBO.

Kualitas minyak cengkeh sendiri tergantung pada kandungan eugenol yang dikandung setiap minyak. CLO sendiri memiliki kandungan eugenol antara 58 – 75% dengan sisanya adalah senyawa terpene seperti Karen, Caryophilene, Humulene dan lain – lain hingga 100%. Penyulingan daun cengkeh sendiri biasanya menggunakan ketel dengan kapasitas minimal 300 Kg hingga 1000 Kg. Asumsi 2% rendemen maka akan didapatkan minyak cengkeh sektiar 6 – 20 Kg setiap kali suling. Harga minyak daun cengkeh bervariasi tergantung pengepul lokal yang membeli, namun saat ini (2015) Harga minyak daun cengkeh sekitar 125ribu hingga 135 ribu rupiah.

Minyak daun cengkeh ini termasuk pada minyak berat, karena berat jenisnya lebih dari 1 Kg/m3, sehingga minyak cengkeh ini biasanya akan terdapat dibawah air. Design dari penampung minyak cengkeh sendiri berbeda dari kebanyakan penampung minyak atsiri lainnya. Penampung minyak – minyak dengan bobot ringan tidak dapat digunakan untuk menampung minyak cengkeh, jikapun dapat harus di ubah-suaikan agar dapat berguna.

Penampung Minyak daun cengkeh Source : Dok Pribadi
Penampung Minyak daun cengkeh Source : Dok Pribadi

Minyak Gagang Cengkeh (CSO/MGC)

Minyak gagang cengkeh ini tidak setiap saat didapatkan. Dalam satu tahun hanya satu kali periode  proses suling gagang cengkeh. Hal tersebut dikarenakan tergantung pada masa panen cengkeh, dan masing – masing sentra cengkeh memiliki waktu yang berbeda – beda dalam pemanenan bunga cengkeh. Gagang cengkeh yang dimaksud adalah gagang yang menempel pada bunga cengkeh. Karena menempel pada bunga, maka kadar eugenol yang terkandung pada gagang ini lebih besar daripada yang terkandung pada CLO.

Gagang Cengkeh kering
Gagang Cengkeh kering

CSO ini selain memiliki kandungan eugenol yang lebih tinggi, rendemen minyaknya juga lebih tinggi daripada CLO, kandungan minyak dalam CSO berkisar antara 3- 5% w/w. dengan kadar eugenol berkisar antara 78 – 85%. Berat jenis CSO lebih berat dari pada CLO dikarenakan kandungan  Eugenol lebih tinggi dari pada CLO. Berat jenis berkiar antara 1.030 – 1.045 Kg/m3.

Harga CSO sendiri lebih mahal dibandingkan dengan CLO, dikarenakan kandungan eugenolnya. Biasanya CSO juga dimanfaatkan oleh para pengepul untuk mendongkrak berat jenis CLO yang memiliki berat jenis dibawah 1.020 Kg/m3. Berat jenis CLO dibawah 1.020 Kg/m3 biasanya dibeli lebih murah dibawah harga CLO standart, dengan pencampuran tersebut maka akan diperoleh CLO yang memiliki berat jenis yang sesuai standart, dan CSO nya akan turun kelas setara dengan CLO, namun engepul mendapatkan jumlah minyak standart CLO lebih banyak.

Keuntungan kedua dari penyulingan gagang cengkeh ini adalah, pasca penyulingan biasanya gagang cengkeh ini akan dijemur kembali hingga menjadi kering patah, kemudian dijual kembali oleh penyuling kepada pengepul ampas gagang. Biasanya penampung akhir adalah pabrik – pabrik rokok rumah tangga atau pabrik rokok non cukai, sebagai ganti dari bunga cengkeh, tentunya rasa dan aroma berbeda dengan rokok yang mahal.

Minyak Bunga Cengkeh (CBO/MBC)

Bunga Cengkeh
Bunga Cengkeh

Sangat jarang sekali penyuling di Indonesia menyuling bunga cengkeh yang asli, dalam artian full bunga cengkeh yang disuling. CBO yang beredar dipasaran Indonesia biasanya adalah CBO dengan bahan baku hasil irigan bahan baku rokok (bagian bunga cengkeh yang tercampur dengan serbuk tembakau dan saus rokok). rendemennya rendah  berkisar antara 1.5 – 3% saja berbeda dengan apabila menyuling CBO yang asli dari bunga nya. Sedangkan kandungan eugenolnya berkisar antara 49%- 68%.

Penyulingan menggunakan bahan baku bunga asli akan didapatkan rendemen sekitar 14-21% w/w dengan kandungan eugenol yang dapat mencapai 98%. Penyulingan bunga cengkeh ini kurang marak di Indonesia karena petani lebih senang menjual bunga cengkehnya dalam keadaan simplisia (herb) tentunya didasari oleh faktor harga bunga kering yang tinggi.

Sifat minyak cengkeh
Sifat minyak cengkeh

Minyak cengkeh (keseluruhan) memiliki sifat korosif, karena kandungan eugenol yang dimiliki. apabila terkena kulit serasa terbakar dan menimbulkan kemerahan. Selain itu minyak cengkeh ini juga rawan menimbulkan alergi pada beberapa orang dan dapat menyebabkan kematian. Selain itu wadah atau material yang terbuat dari plastik – plastik lembut dalam waktu 1-2 hari akan terkena dampak menjadi muai dan rusak akibat terkena minyak cengkeh.

Apabila anda terkena minnyak cengkeh, maka segera anda cuci dengan air yang mengalir, jika masih terasa panas dapat dibilas dengan sabun dan air hangat, dan jika masih berlanjut segera pergi ke pertolongan medis terdekat.

21 Comments

      1. Saya punya CBO namun jumlahnya kecil, karena prosesnya juga skala kecil. Untuk laku di jual biasanya min berapa mL?

  1. Mantep mas…, saya ada kenalan penyulingan minyak daun cengkeh, tp bingung jualnya, bisa bantu mas….
    Ini no Hp saya 081217402557,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *