Buku

TÉGUR PUTRA WALAING JALUR WANGI

NOVEL · MW Dirgantara

tegur-putra-walaing-jalur-wangi-cover

Tégur pernah mengira perjalanannya selesai ketika ia kembali ke Walaing.

Ternyata tidak.

Ia meninggalkan rumah sekali lagi dan sampai ke Makian, tempat cengkih mempertemukannya dengan Zaid, seorang saudagar asing. Dari sana, kemampuan penciumannya membawa Tégur semakin jauh: dari pelabuhan ke pasar, dari laut ke jalan-jalan panjang yang ditempuh bersama orang-orang dengan bahasa dan keyakinan yang berbeda.

Di Bukhara, pertemuan dengan seorang guru tua bernama Abu Abdillah meninggalkan pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh hidupnya. Sementara jejak Zaid membawanya semakin jauh ke barat, Tégur mulai menyadari bahwa perjalanan ini bukan lagi sekadar tentang rempah atau jalan pulang.

Tégur Putra Walaing: Jalur Wangi melanjutkan Jalur Angin—kisah tentang perjalanan, perdagangan, persahabatan, kehilangan, dan seorang anak Walaing yang perlahan mencari sesuatu yang bahkan belum dapat ia beri nama.