Atsiri

Peluang Usaha Minyak Atsiri

Minyak atsiri adalah salah satu komoditi unggulan penghasil devisa Indonesia. Pengusahaan minyak atsiri telah ada sejak jaman kolonial Belanda, bahkan jika dirunut lebih jauh lagi pengusahaan minyak atsiri telah dilakukan sejak daerah Indonesia masih bernama Nusantara. Minyak atsiri merupakan minyak aromatis yang berasal dari daun, kulit, biji, kayu, bunga dan bagian tumbuhan lainnya dengan menggunakan proses distilasi. Perbedaan antara minyak atsiri dan minyak nabati adalah kandungan trigliserida pada minyak nabati yang tidak terdapat pada minyak atsiri.

sumber penghasil minyak atsiri
sumber penghasil minyak atsiri

Komponen penyusun minyak atsiri terdiri dari senyawa golongan terpen, sesquiterpen, sesquiterpen alcohol, furan, furfural, ester dan aldehid. Masing – masing minyak atsiri akan menghasilkan komponen berbeda – beda tergantung dari sumber bahan baku, tempat tumbuh dan berbagai macam komponen yang mempengaruhi budidaya tanaman tersebut(sinar matahari, air, iklim dll). Komponen minyak atsiri dapat dilihat dengan menggunakan sebuah instrument, yakni gas kromatografi- spectra massa atau biasa disebut juga GCMS.

Beberapa Jenis Kommponen Kimia dalam Minyak Atsiri
beberapa jenis komponen kimia dalam minyak atsiri

Banyak orang bertanya, bagaimana berusaha dibidang minyak atsiri ini? Berapa modal nya? Bagaimana pasarnya? Banyak pertanyaan terlintas jika ingin memulai usaha dibidang minyak atsiri ini. Kebanyakan orang awam menyamakan minyak atsiri sama dengan usaha minyak sawit atau minyak kelapa yang notabene adalah minyak nabati. Sebagian besar minyak nabati merupakan hasil olahan pres, sedangkan minyak atsiri sebagian besar merupakan hasil dari proses distilasi, hanya keluarga rutaceae(jeruk) yang dapat menghasilkan minyak atsiri dari proses pengepresan. berikut ini perbedaan antara minyak atsiri dan minyak nabati :

Perbedaan minyak atsiri-nabati
Perbedaan minyak atsiri-nabati

Pada tulisan ini saya akan membahas bagaimana memulai usaha dibidang minyak atsiri.

Langkah Pertama : Persiapkan diri anda untuk mencari tahu segala hal tentang minyak atsiri.

Perlu diketahui bahwa minyak atsiri tidak hanya satu jenis komoditi saja namun ratusan. Yang perlu anda cari tahu adalah jenis komoditi apa yang ingin anda kembangkan. Bagaimana pasar terhadap produk yang akan anda suling. Sudahkah anda mendapatkan koneksi penjualan? Memulai usaha dibidang minyak atsiri ini haruslah memiliki informasi yang cukup. Artinya jangan sembrono karena tergiur oleh informasi harga minyak atsiri yang tinggi saja. Banyak sekali aspek yang perlu kita ketahui dan kita pelajari. Jangan sampai sudah mengeluarkan biaya banyak tetapi tidak sampai 3 bulan usaha langsung tutup akibat ketidak tahuan pasar.

  1. Jika anda pemula, maka pilihlah komoditi yang sudah ada pasarnya dan kebutuhannya banyak seperti nilam, cengkeh, pala, kenanga. Pemilihan komoditi ini memudahkan anda dalam pemasaran. Jangan sekali kali tergiur dengan komoditi hanya pada harga jual yang tinggi saja, tetapi anda belum memiliki pasar (terus terang ini adalah langkah tercepat bunuh diri dalam usaha ini).
  2. Jangan cepat terpengaruh pindah komoditi yang di boomingkan oleh media ataupun kabar angin yang beredar. Pertimbangkan masak – masak sebelum anda menyuling komoditi tertentu yang booming tersebut. Cek kembali kebenaran beritanya, siapa pasar yang akan menerima, berapa serapan pasarnya dan berapa harga realnya. Karena banyak juga narasumber yang membesar – besarkan pendapatannya supaya terlihat wah, padahal belum tentu juga kebenarannya.
  3. Jika anda mendapatkan suatu teknologi baru, harap di kroscek kembali, apakah memang betul teknologi yang digunakan memang masuk akal dan ada landasan ilmiyahnya. Serta sudah diuji cobakan dan berhasil. Bukan semata – mata katanya dan katanya.

Langkah kedua : menghimpun petani yang akan anda jadikan sebagai pemasok bahan baku.

Hitunglah secara cermat berapa kebutuhan luas lahan, dan berapa petani yang anda butuhkan sebagai penyuplai. Sebagai penyuling bijak kiranya jika kita juga memiliki lahan demplot sebagai percontohan, pembibitan dan lahan cadangan jika tidak mendapatkan pasokan dari petani (kasus : terkena bencana, diserobot saingan penyuling lain dll). Kesalahan yang banyak terjadi adalah penyuling hanya menyiapkan ketel dan tempat suling saja, namun tidak memperhatikan pasokan bahan baku, sehingga ketika terjadi persaingan pembelian bahan baku banyak sekali penyuling yang kehilangan sumber bahan baku akibat diserobot oleh penyuling lain yang memiliki modal yang cukup kuat. Selain menyiapkan lahan dan petani pastikan penyuplai bahan baku adalah petani yang loyal dengan anda sebagai pengusaha sulingan. Pengikatan secara moril lebih kuat ketimbang diikat secara materiil.

Selain itu juga saat penanaman yang perlu diperhatikan adalah crop calendar atau masa tanam dan panen tanaman. Sesuaikan dengan kapasitas ketel yang ada atau yang akan anda buat. Jangan tanam sekaligus, atau panen sekaligus. Penerapan system tanam dan panen yang baik akan berdampak baik pada supplai bahan baku penyulingan. Penerapan system ini juga supaya kita para penyuling dapat :

  1. menyesuaikan budget pembelian bahan baku per bulannya
  2. menjaga ketersediaan bahan baku supaya terus berlangsung
  3. menjaga dan meminimalisir kerusakan bahan baku pasca panen
  4. meminimalisir bertumpuknya bahan baku
  5. mengurangi resiko jeda penyulingan terlalu panjang.

Langkah Ketiga : Setelah mempersiapkan lahan dan bahan baku mulai tanam, maka mempersiapkan ketel penyulingan adalah langkah selanjutnya.

Membuat ketel sebaiknya disesuaikan dengan kekuatan bahan baku yang anda miliki. Jangan ikut – ikutan atau saingan besar – besaran kapasitas. Namun carilah kapasitas yang paling optimum untuk minyak atsiri yang akan anda suling. Beberapa komoditi minyak atsiri akan membutuhkan ketel kapasitas besar, namun beberapa yang lainnya tidak terlalu besar. Jika rendemen komoditi minyak atsiri yang akan dikerjakan kurang dari 1% maka sebaiknya menggunakan ketel dengan kapasitas min 500 Kg (Kasus: sereh wangi, sereh dapur). Jika rendemen lebih dari 1% sebaiknya maksimal ketel adalah 200 – 300 Kg. Pemilihan bahan baku pembuatan ketel dapat disesuaikan dengan buget yang ada. Bila memiliki budget yang lebih, maka anda dapat membuat ketel yang bermaterialkan stainless steel. Namun jika mepet anda dapat menggunakan material mild steel (besi).

Langkah Keempat : Jika langkah 1 – 3 sudah anda lakukan maka langkah keempat ini anda sudah dapat mengusahakan penyulingan.

Lakukanlah dengan sabar dan teliti. Jangan sekali – kali anda berbuat curang seperti pemalsuan minyak, mencampur dengan tambahan lain seperti oli, minyak goreng dll, karena akan berdampak buruk pada usaha anda. Usahakan produk yang anda hasilkan sesuai dengan criteria yang diinginkan oleh pembeli. Amati dan catat setiap proses penyulingan, mulai dari penggunaan bahan bakar, waktu penambahan air, tetes pertama penyulingan, dan segala hal yang berkaitan dengan penyulingan. Fungsi dari pencatatan adalah supaya kita dapat memperbaiki proses yang kita lakukan dan mengetahui peningkatan maupun penurunan produksi sehingga kita dapat mengetahui apakah rugi atau laba yang diperoleh.

 

Penyulingan Suli
Penyulingan Suli,Belopa, Luwu Selatan, Sulawesi Selatan, nilam dan cengkeh

Tips : cari tahu beberapa hal berikut : Informasi tentang Pengepul lokal (usahakan cari lebih dari satu), Informasi pengepul besar biasanya berada dikota – kota besar, Spesifikasi produk yang diterima, Luasan lahan pertanian yang menjadi sumber bahan baku, Saingan di daerah setempat,  QC produk, Koneksi dengan penyuling-penyuling (manfaatkan social media seperti Facebook untuk mencari teman sesame penyuling), Teknik penyulingan yang sesuai dengan komoditi yang akan disuling

3 Comments

  1. Nanya nihh ??
    Bagaimana Cara mengidentifikasi minyak atsiri yg sudah d oplos (dicampur dengan bahan lain non atsiri) ? dan bagaimana cara memberdakan yg murni minyak atsiri dgn minyak atsiri yg oplosan ?

    Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *